STUDI KASUS: TANDA DAN GEJALA CITOMEGALOVIRUS PADA BALITA

Iroma Maulida, Ratih Sakti Prastiwi, Adevia Maulidya Chikmah

Abstract


Penyakit CMV merupakan salah satu penyakit yang berbahaya karena menimbulkan dampak serius bagi anak-anak yaitu dapat menimbulkan masalah yang permanen seperti berkurangnya pendengaran, kecacatan mental, ukuran kepala lebih kecil, malas makan dan dalam jumlah kecil dapat menyebabkan kematian.Menurut Rao dan Gopal (2015), bayi yang terinfeksi CMV saat lahir terlihat normal tetapi tanda-tanda sekuel akan muncul kemudian. Penularannya yang mudah serta tidak nampaknya gejala dan tanda pada bayi yang terinfeksi CMV akan meningkatkan resiko tertularnya anggota keluarga dari bayi yang terinfeksi CMV tersebut. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan  ingin mengetahui gejala dan tanda penderita, khususnya pada bayi yang terinfeksi CMV congenital di Kota Tegal

Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2017 dan bersifat deskriptif dengan menggunakan disain penelitian studi kasus dimana kasus adalah anak-anak yang pernah/sedang menderita CMV. Terbatasnya jumlah data penderita CMV serta masih jarangnya angka kejadian CMVdi kabupaten/kota Tegal menjadi pertimbangan peneliti untuk mengambil kasus sebanyak 3 anak  dengan pengambilan sampel menggunakan snowball sampling pada penderita CMV yang ada di lingkungan peneliti (teman/kerabat teman dari peneliti).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita CMV dalam penelitian ini mengalami gejala awal  demam dengan gejala penyerta berupa  diare, kejang atau batuk/pilek. Semua penderita juga mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik kasar yaitu kemampuan dalam merangkak, duduk sendiri dan berjalan. Sebagian besar penderita juga mengalami keterlambatan bahasa dan baru mampu merangkai 2 kata pada usia di atas 1,5 tahun. Hal ini sesuai dengan teori bahwa penderita CMV dapat mengalami gangguan perkembangan neurologi dengan bentuk gangguan dapat berupa kesulitan dalam bicara, bahasa, motorik, tingkah laku, belajar, memori, dan berbagai fungsi neurologi lain. Diagnosa CMV dilakukan oleh sebagian besar penderita melalui pemeriksaan IgG dan IgM Disarankan pelaksanaan deteksi dini tumbuh kembang pada bayi dan balita perlu diintensifkan serta bila ditemui keterlambatan perkembangan tumbuh kembang anak maka bidan perlu segera berkolaborasi dengan Dokter spesialis anak dan laboratorium agar dilakukan pemeriksaan CMV.

 

Kata Kunci: CMV, citomegalo, tumbuh kembang


Full Text:

References


Juanda. (2006). TORCH (Toxo, Rubella, CMV, dan Herpes) Akibat dan Solusinya. Solo: PT.Wangsa Jatra Lestari

Cannon MJ. Congenital cytomegalovirus (CMV) epidemiology and awareness. J Clin Virol. 2009;46 [Suppl 4]:S6-10.

Grow Up Clinic. Penanganan Terkini Infeksi Virus Sitomegalo (CMV) Pada Kehamilan dan Bayi. Posted on Augus 12, 2012.

Sari WP. (2014). Hubungan Abnormalitas Hasil CT-Scan dengan Developmental Delaye dpada Pasien Suspek Infeksi Cytomegalovirus Kongenital. Laporan Hasil Karya Tulis Ilmiah. Semarang: Universitas Diponegoro.

Rao M and Gopal S. (2015). Seroprevalence of Cytomegalovirus in Antenatal Cases with Bad Obstetric History at Warangal, Telangana, India. International Journal of Current Microbiology and Applied Sciences, 4(11): 422-430

Ronchi A, Shimamura M, Malhotra PS, Sánchez P. (2017). Encouraging postnatal cytomegalovirus (CMV) screening: the time is NOW for universal screening!. Expert Review of Anti-infective Therapy, 15(5): 417-419

Bates M and Brantsaeter AB. (2016). Human cytomegalovirus (CMV) in Africa: a neglected but important pathogen. Journal of Virus Eradication, 2: 126-142

Anggraheny HD, Kurniati ID, Ratnaningrum K. (2015). Buku Ajar Ilmu Obstetrik dan Ginekologi. Semarang: Universitas Muhammadiyah Semarang.

Mussi-Pinhata MM, Yamamoto AY, Britto RMM, Isaac ML, Oliveira PFC, Boppana S, et al. (2009). Birth prevalence and natural history of congenital cytomegalovirus (CMV) infection in a highly seroimmune population. Clin Infect Dis. 49(4):522-8.

Johnson J, Anderson B, Pass RF. (2012). Prevention of maternal and congenital cytomegalovirus infection. Clin Obstet Gynecol. 55(2):521-30.

Greanya ED, Partovi N, Yoshida EM, Shapiro RJ, Levy RD, Sherlock CH, et al. (2005). The role of the cytomegalovirus antigenemia assay in the detection and prevention of cytomegalovirus syndrome and disease in solid organ transplant recipients: a review of the British Columbia experience. Can J Infect Dis Med Microbiol. 16(6):335-41.

Hadinegoro SR, Chairulfatah A. In: Soedarmo SSP, Garna H, Hadinegoro SR, Satari HI, editors. (2012). Buku Ajar Infeksi & Pediatri Tropis (Edisi ke-2). Jakarta: Badan Penerbit IDAI.

Ross SA, Novak Z, Pati S, Boppana SB. (2011). Diagnostic of cytomegalovirus infections. Infect Disord Drug Targets.11(5):466-74.

Mahalakshmi, K. Lily Therese, U. Devipriya, V. Pushpalatha, S. Margarita & H.N. Madhavan. 2008. Infectious Aetiology of Congenital Cataract Based on TORCHES Screening in a Tertiary Eye Hospital in Chennai, Tamil Nadu, India. Journal of Medical Research 131 page 559-564.

Wilujeng Puja Sari (2010). Gambaran CMV Pada Anak. KTI. Semarang: Universitas Diponegoro

Maulida, dkk (2017). Analisis Model Faktor Perilaku Pemberian Kolostrum di Puskesmas Kesamiran Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal Tahun 2016. Proceedings of Universitas Ngudi Waluyo Vo.1, No.1, Maret 2017. Semarang. http://e-prosiding.unw.ac.id




DOI: http://dx.doi.org/10.30591/siklus.v8i1.1212

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Counter:

 

 

====================================================================

Indexed By: