PENGARUH TINGKAT DERAJAT KEHALUSAN SERBUK KERING TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza Roxb.) TERHADAP HASIL RENDEMEN MINYAK ATSIRI DENGAN METODE WATER DESTILATION

Heru Nurcahyo, Sari Prabandari

Abstract


Temulawak merupakan tanaman asli Indonesia dan termasuk salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Tanaman ini secara historis mempunyai kegunaan cukup luas, sehingga sangat bagus dipromosikan menjadi tanaman obat khas Indonesia. Temulawak mengandung minyak atsiri terutama bagian rimpang. Minyak atsiri dari temulawak dapat diambil dengan cara destilasi. Destilasi adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berapa persentasi minyak atsiri yang dihasilkan dengan metode destilasi. Penelitian dilakukan di laboraturium Prodi D III Farmasi Politeknik Harapan Bersama Tegal, dengan menggunakan simplisia kering temulawak dimana pengeringannya menggunakan metode pengeringan oven. Simplisia ini menggunakan derajat kehalusan serbuk yaitu dari serbuk sangat kasar, serbuk kasar, serbuk halus, dan serbuk sangat halus. Isolasi minyak atsiri dilakukan dengan metode destilasi air menggunakan pelarut aquadest. Berdasarkan penelitian pada perbandingan hasil rendemen minyak atsiri didapatkan serbuk sangat kasar dengan rata-rata 0,64%, serbuk kasar 1 %, serbuk halus 1,5%, dan serbuk sangat halus 1,8%. Kesimpulan rimpang kering serbuk sangat halus temulawak menghasilkan rendemen yang tertinggi sebesar 1,8%.
Kata Kunci : Temulawak, Destilasi Air, Minyak atsiri, Serbuk. Pendahuluan


Full Text:

Refbacks

  • There are currently no refbacks.