ANALISIS PENGARUH KETEBALAN SHIM TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN PENGABUTAN NOZZLE TIPE SATU LUBANG PADA ISUZU PANTHER C223 TURBO

Andre Budhi Hendrawan

Abstract


Abstrak

         Perkembangan teknologi saat ini semakin pesat. Sebagai dampak dari pesatnya perkembangan tersebut, akan timbul berbagai macam desain teknologi khususnya dalam bidang mesin otomotif. Emisi gas buang kendaraan bermotor mengandung polutan yang berbahaya terhadap manusia dan lingkungan, polutan yang dihasilkan berupa karbonmonoksid, hidrokarbon, nitrogen oksid, timah hitam, sulfur serta partikulat lainnya, untuk itu perlu adanya upaya mengurangi pencemaran yang ditimbulkan oleh emisi gas buang melalui pembakaran yang optimal didalam ruang bakar. Penelitian ini bertujuan  adalah untuk mengetahui pengaruh ketebalan shim terhadap tekanan, penyetel terhadap penyemprotan solar pada sebuah injektor  yang berpengaruh terhadap proses pembakaran motor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan pembukaan yang memenuhi standart untuk nozel Type Bosch No. DN12SD12T adalah untuk 5 kali percobaan adalah Tebal shim 0,05 mm menghasilkan tekanan injeksi sebesar 5 bar,Tebal shim 0,10 mm menghasilkan tekanan injeksi sebesar 10 bar,Tebal shim 0,15 mm menghasilkan tekanan injeksi sebesar 15 bar,Tebal shim 0,20 mm menghasilkan tekanan injeksi sebesar 20 bar, Tebal shim 0,25 mm menghasilkan tekanan injeksi sebesar 25 bar, dari ketebalam shim yang dipilih 0,05 mm sampai dengan 0,25 mm dengan tekanan pengabutan sebesar 25 bar. Semakin tebal shim penyetel yang diberikan maka tekanan pembukaan nozel dan tekanan pengabutannya juga semakin besar. Semakin tebal shim  penyetel yang diberikan maka besarnya gaya yang diterima oleh pegas (spring) pada nozzle juga semakin besar.

 

Kata Kunci: Shim, Nozzle,pegas,bar

Full Text:

Refbacks

  • There are currently no refbacks.