PERLAKUAN AKUNTANSI UNTUK ASET BERSEJARAH STUDI KASUS PADA CANDI SAMBISARI

Lila Retnani Utami

Abstract


Aset   bersejarah        merupakan  aset  yang  penting  bagi  kebudayaanmasyarakat dan sejarah bangsa serta sebagai identitas negara. Penelitian ini merupakan penelitian mengenai perlakuan akuntansi yang diterapkan untuk aset bersejarah di Indonesia yang berfokus pada analisis terhadap perlakuan akuntansi pada pengelolaan Candi Sambisari. Penelitian ini bertujuan untuk memahami apakah dinas terkait memahami makna aset bersejarah . Memahami apakah dinas terkait memahami pengakuan asset bersejarah Candi Sambisari. Memahami apakah dinas terkait memahami penilaian asset bersejarah Candi Sambisari. Memahami apakah dinas terkait memahami Pengungkapan asset bersejarah Candi Sambisari. Memahami apakah perlakuan akuntansi untuk Candi Sambisari sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku saat ini.

 

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dalam lingkup paradigma interpretatif studi fenomenologi pada hasil wawancara dengan informan penelitian. Data yang dianalisis adalah hasil wawancara dengan akademisi, dinas terkait dan pengelola Candi Sambisari. Data tersebut didapatkan melalui proses wawancara, dokumentasi, analisis dokomen, dan penelusuran data online.

 

Hasil penelitian Pemahaman para pengelola berkenaan dengan pengertian asset bersejarah Candi Sambisari, berdasarkan ketiga inforan dari pengelola candi Sambisari sejalan dengan definisi PSAP No 07 tahun 2010. Pengakuan aset bersejarah yang digunakan untuk mengakui Candi Sambisari adalah mempunyai masa manfaat yang tidak terbatas sebagai sumber pendapatan namun untuk nilainya tidak dapat dihargai dengan rupiah, selama ini hanya dinilai jumlahnya, Candi Sambisari jumlahnya adalah 1. Penilaian aset bersejarah yang digunakan bahwa selama ini Candi Sambisari tidak dinilai atau Rp 0 hanya disebutkan kuantitanya 1, melihat hal tersebut jangan diartikan bahwa Candi Sambisari tidak mempunyai nilai, pemberian Rp 0 ini ditujukan dalam pelaporan keuangan saja yang fungsinya mencatat segala macam aset yang dimiliki oleh negara dalam catatan laporan keuangan. Pengungkapan aset bersejarah yang digunakan Candi Sambisari tidak masuk dalam neraca, namun tanggungjawab pelaporan aset bersejarah ada dalam CaLK, ini merupakan sebuah bentuk tanggung jawab pihak pengelola dalam hal ini BPCG untuk memberikan laporan aset yang mereka kelola. Hasil temuan peneliti dapat menyimpulkan bahwa perlakuan akuntansi atas aset bersejarah yang dilakukan pengelola Candi Sambisari dalam hal ini adalah BPCG sesuai dengan standar akuntansi bagi aset bersejarah yang berlaku saat ini yaitu PSAP No 07 tahun 2010.

 

Kata Kunci: Akuntansi, Aset Bersejarah, Penilaian, Penyajian, Pengungkapan, Laporan Keuangan, Catatan Laporan Keuangan

 


Keywords


Akuntansi, Aset Bersejarah, Penilaian, Penyajian, Pengungkapan, Laporan Keuangan, Catatan Laporan Keuangan

Full Text:

References


Act Accounting Policy. 2009. Heritage and Community Assets:Measurement of Heritage and Community Assets

Accounting Standards Board (2006)

Agustini, Aisa Tri. 2011, “Arah Pengakuan, Pengukuran, Penilaian, dan Penyajian Aset Bersejarah dalam Laporan Keuangan pada Entitas Pemerintah Indonesia (Studi Literatur), Skripsi, Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi, Universitas Jember, Jember

Aversano, Natalia dan Johan Christiaens. 2012. Governmental Financial Reporting of Heritage Assets in The Perspective of User Needs. Social Science Research Network. http://papers.ssrn.com. Diakses tanggal 29 Mei 2013.

Aversano, Natalia dan Caterina Ferrone. 2012. The Accounting Problem of Heritage Assets. Advanced Research in Scientific Areas

Bungin, Burhan. 2003. Analisis Data Penelitian Kualitatif . Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Fauziah Galuh Anggraini, Anis Chariri (2014) Perlakuan Akuntansi Untuk Aset Bersejarah (Studi Fenomenologi pada Pengelolaan Candi Borobudur) DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 2, Nomor 2, Tahun 2014

Moleong, Lexy J. (2007) Metodologi Penelitian Kualitatif, Penerbit PT Remaja Rosdakarya Offset, Bandung

Poerwandari, Kristi. (2001). Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia. Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia : Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3).

Pedoman Standar Akuntansi Pemerintah. 2011. Nomor 07: Aset Tetap

PSAP Nomor 07 Tahun 2010

Retha Maya Masitta, Anis Chariri (2015) Problematika Akuntansi Hertage Assets: Pengakuan, Penilaian, Pengungkapan, dalam laporan keuangan (Studi Kasus pada Pengelolaan Museum Jawa Tengah Ronggowarsito) DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015,

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

http://kodomogasuki.blogspot.co.id/2015/06/aset-pemerintah-yang-bersifat khusus.html

Sumber gambar 1.1

http://www.njogja.co.id/wpcontent/uploads/2014/12/lokasi_candi_sambisari_yogyakarta.jpg




DOI: http://dx.doi.org/10.30591/monex.v8i1.1077

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Monex : Journal Research Accounting Politeknik Tegal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats